Mesin Bubut
Senin, 11 Februari 2013
0
komentar
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
A. LATAR BELAKANG
zaman modern ini, kita dapat melihat semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. Pesatnya perkembangan itu, otomatis persaingan akan semakin meningkat. Sehingga orang-orang yang memiliki pengetahuan atau ilmu yang minim akan mengangur oleh karena itu, kami membuat makalah ini dengan mengambil judul mesin bubut, sebab kami melihat industri-industi saat ini sangat membutuhkan lulusan - lulusan yang berkompetensi, utamanya dalam mesin bubut.
Apalagi dalam pengoperasian mesin bubut lumayan rumit. Sehingga membutuhkan suatu pedoman yaitu sebuah buku atau informasi yang berkaitan dengan mesin bubut. Namun, jika kita tidak memiliki minat bekerja di industri-industri, maka kita juga bisa membuka usaha yang melayani jasa mesin bubut. Hal tersebut dapat kita lakukan bila kita sudah menguasai mesin bubut, sehingga kelak kita mampu memberikan kepuasan tersendiri kepada para konsumen serta dapat meraup keuntungan yang besar.
B. TUJUAN
• Siswa mampu
mengenali mesin bubut dan fungsinya.
• Siswa mampu
mengenali bagian-bagian dari mesin bubut.
• Siswa mampu
menjelaskan gerakan-gerakan dalam membubut.
• Siswa mampu
menentukan putaran mesin pada mesin bubut sesuai dengan benda kerjanya.
• Siswa mampu
menjelaskan jenis-jenis pahat bubut.
• Siswa mampu
menjelaskan pengaturan eretan atas dengan skala derajat.
• Siswa mampu menjelaskan proses kerja dari mesin bubut.
C. TEORI BUBUT
C. TEORI BUBUT
A. Pengertian.
Bubut ( turning ) adalah suatu
proses permesinan atau pengerjaan dengan cara menghilangkan/pengambilan tatal
dari bahan/benda kerja, dimana pahat sebagai alat potongnya yang gerakannya
berputar. Jadi membubut adalah suatu proses pemotongan benda kerja dimana benda
kerja yang akan dipotong tercekam dan berputar pada sumbunya sementara alat potong
digerakkan secara linear kearah benda kerja tersebut sehingga terjadi pemotongan.
MESIN BUBUT
Penggolongan Mesin
Bubut
A. Pembubut Kecepatan F. Pembubut Turet
1. Pengerjaan Kayu 1. Horisontal
2. Pemusingan Logam a.
Jenis ram
3. Pemolesan b.
Jenis sadel
B. Pembubut Mesin 2. Vertikal
1. Penggerak puli kerucut a.
Stasiun tunggal bertingkat
b. Stasiun banyak
2. Penggerak roda gigi tangan 3. Otomatis
3. Penggerak kecepatan G.
Pembubut Otomatis
C. Pembubut Bangku H. Mesin Ulir Otomatis
D. Pembubut Ruang Perkakas 1. Spindel Tunggal
E. Pembuat kegunaan Khusus 2. Spindel Banyak
I. Fris Pengebor Vertikal
Konstruksi Mesin Bubut

Gambar 2. Pembubut mesin tugas berat.
Pada gambar 2. diperlihatkan nama-nama bagian atau komponen yang umum
dari mesin bubut. Jenis ini mempunyai kepala tetap berisi
roda gigi dan mendapatkan daya dari motor yang disambungkan
dengan sabuk V.
Pengendali pada kepala tetap bisa mengatur kecepatan sampai
27 variasi kecepatan.
Ekor tetap bisa distel sepanjang bangku untuk menampung panjang stok
yang berbeda-beda. Pergerakannya diatur dengan penyetel roda dan dilengkapi
dengan ulir pengencang pada dasarnya untuk menyetel kelurusan dan untuk
pembubutan tirus.
Sekrup pengarah adalah poros panjang berulir yang terletak agak dibawah dan
sejajar dengan bangku, memanjang dari kepala tetap sampai ekor tetap.
Dihubungkan dengan roda gigi pada kepala tetap dan putarannya bisa dibalik.
Dipasang ke kereta luncur dan bisa dipasang atau dilepas dari kereta luncur
selama operasi. Ulir pengarah hanya untuk membuat ulir saja dan bisa dilepas
kalau tidak dipakai.
Batang hantaran terletak dibawah ulir pengarah yang berfungsi untuk
menyalurkan daya dari kotak pengubah cepat (quick change box) untuk
menggerakkan mekanisme apron dalam arah melintang atau memanjang.
Kereta luncur terdiri dari perletakan majemuk, sadel pahat dan apron.
Konstruksinya kaku karena harus menyangga dan memandu pahat pemotong.
Dilengkapi dengan dua hantaran tangan untuk memandu pahat dalam arah menyilang.
Roda tangan yang atas mengendalikan gerakan perletakan majemuk dan roda tangan
dibawah untuk menggerakkan kereta luncur sepanjang landasan.
Apron yang terletak pada kereta luncur berisi kendali, roda gigi dan mekanisme
lain untuk menghantar kereta luncur baik dengan tangan atau dengan daya.
Ukuran Mesin bubut dinyatakan dalam diameter benda kerja yang
dapat diputar, sehingga sebuah mesin bubut 400 mm mempunyai arti mesin bisa
mengerjakan benda kerja sampai diameter
400 mm. Ukuran kedua yang diperlukan dari sebuah mesin bubut
adalah panjang benda kerja. Beberapa pabrik menyatakan dalam panjang maksimum
benda kerja diantara kedua pusat mesin bubut, sedangkan sebagaian pabrik lain
menyatakan dalam panjang bangku.
Ada beberapa variasi dalam jenis mesin bubut dan variasi
dalam desainnya tersebut tergantung pada jenis produksi atau jenis benda kerja.
Pembubut Kecepatan (speed lathe) adalah mesin bubut yang mempunyai
konstruksi sederhana dan terdiri dari bangku, kepala tetap, ekor tetap dan
peluncur yang dapat distel untuk mendukung pahat. Digunakan untuk pemahatan
tangan dan kerja ringan maka bubut dioperasikan pada kecepatan tinggi. Mesin
jenis ini biasanya dipakai untuk membubut kayu, atau untuk membuat pusat pada
silinder logam sebelum dikerjakan lebih lanjut oleh mesin bubut mesin.
Pembubut mesin. Mendapatkan namanya dari mesin bubut pertama /lama yang
digerakkan oleh mesin setelah sebelumnya digerakkan dengan sabuk atas (overhead
belt). Yang membedakannya dari bubut kecepatan adalah tambahan untuk
pengendalian kecepatan spindel dan untuk penyanggaan dan pengendalian hantaran
pahat tetap. Kepala tetap dilengkapi dengan puli kerucut empat tingkat yang
menyediakan empat kisaran kecepatan spindel jika dihubungkan ke poros motor.
Sebagai tambahan mesin ini dilengkapi dengan roda gigi belakang yang bila
dihubungkan dengan puli kerucut akan memberikan tambahan empat variasi
kecepatan.
Pembubut bangku adalah mesin bubut kecil yang terpasang pada bangku kerja.
Disainnya mempunyai kesamaan dengan mesin bubut kecepatan atau mesin hanya
berbeda dalam ukuran dan pemasangannya. Dibuat untuk benda kecil dan mempunyai
kapasitas ayunan maksimum sebesar 250 mm pada pelat muka.
Pembubut Ruang Perkakas adalah mesin bubut untuk pembuatan perkakas kecil,
alat ukur, die dan komponen presisi lainnya. Mesin ini dilengkapi dengan
segala perlengkapan yang diperlukan untuk membuat pekerjaan perkakas yang
teliti.
Operasi Bubut
Operasi pada mesin bubut ada beraneka ragam :
• pembubutan
• pengeboran
• pengerjaan tepi
• penguliran
• pembubutan tirus
• Penggurdian
• Meluaskan lubang
Pembubutan Silindris
Benda disangga diantara kedua pusatnya. Hal ini ditunjukkan
pada gambar 3A.

Gambar 3. Operasi
pembubut, A. Pahat mata tunggal dalam operasi pembubutan, B. Memotong tepi.
Pengerjaan Tepi
(Facing)
Pengerjaan tepi adalah apabila permukaan harus dipotong pada
pembubut. Benda kerja biasanya dipegang pada plat muka atau dalam pencekam
seperti gambar 3B. Tetapi bisa juga pengerjaan tepi
dilakukan dengan benda kerja diantara kedua pusatnya. Karena
pemotongan tegak lurus terhadap sumbu putaran maka kereta luncur harus dikunci
pada bangku pembubut untuk mencegah gerakan aksial.
Pembubutan Tirus
Terdapat beberapa standar ketirusan1 dalam praktek komersial. Penggolongan berikut yang umum
digunakan :
1. Tirus Morse. Banyak digunakan untuk tangkai gurdi,
leher, dan pusat pembubut. Ketirusannya adalah 0,0502 mm/mm (5,02%).
2. Tirus Brown dan Sharp. Terutama digunakan dalam
memfris spindel mesin : 0,0417 mm/mm (4,166%).
3. Tirus Jarno dan Reed. Digunakan oleh beberapa
pabrik pembubut dan perlengkapan penggurdi kecil. Semua sistem mempunyai
ketirusan 0,0500 mm/mm (5,000%), tetapi diameternya berbeda.
4. Pena tirus. Digunakan sebagai pengunci. Ketirusannya
0,0208 mm/mm (2,083%).
Ketirusan luar yang teliti dapat dipotong pada sebuah
pembubut dalam beberapa cara :
1. Mesin kendali numeris yang dapat memotong kerucut sebagai
hal yang biasa.
2. Dengan perlengkapan membubut tirus. Perlengkapan yang
diperlihatkan pada gambar 4. dibautkan pada punggung mesin bubut dan mempunyai
batang pemandu yang dapat dikunci pada sudut atau ketirusan yang diinginkan.
Ketika kereta luncur bergerak sebuah peluncur diatas batang pahat
Ketirusan
ini distandardisasi dalam satuan Inggris yaitu (0,60235 in. tiap foot), Brown
dan Sharp (1/2 in. tiap foot), Jarno dan Reed (0,6 in. tiap foot), dan pena
tirus (1/4 in. tiap foot). Konversi diberikan dalam milimeter dan presentase,
yang ekivalen karena ketirusan adalah tanpa satuan di dalam satuan SI bergerak masuk dan keluar, sesuai
dengan penguncian dari batang.
3. Perletakan majemuk pada kereta luncur bubut seperti
diperlihatkan pada gambar 5. mempunyai dasar bulat dan dapat diputar ke
sembarang sudut yang diinginkan dari benda kerja. Pahat kemudian dihantarkan
kedalam benda kerja dengan tangan. Metode ini untuk ketirusan pendek.

Gambar 4. Pembubutan
tirus dengan menggunakan perlengkapan tirus.

4.
Penguncian pusat ekor tetap yang digeser. Gambar 6. memperlihatkan metode ini.
Kalau ekor tetap digeser secara horisontal dari sumbu sebesar 6,4 mm untuk
batang silinder sepanjang 305 mm, akan diperoleh ketirusan 0,0416 mm/mm (4,16%).
Jadi ketirusan juga ditentukan oleh panjang silinder yang dibubut.

Gambar 5. Membubut tirus dengan
menggunakan perletakan majemuk.

Gambar 6. Membubut tirus dengan
meng-offset-kan pusat ekor tetap.
Memotong Ulir
Biasanya
pembuatan ulir dengan mesin bubut dilakukan apabila hanya sedikit ulir yang
harus dibuat atau dibuat bentuk khusus. Bentuk ulir didapatkan dengan
menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan menggunakan gage atau plat
pola. Gambar 7. memperlihatkan sebuah pahat untuk memotong ulir -V 60 derjat
dan gage yang digunakan untuk memeriksa sudut pahat. Gage ini disebut gage
senter sebab juga bisa digunakan sebagai gage penyenter mesin bubut. Pemotong berbentuk khusus bisa
juga digunakan untuk memotong ulir.
Dalam
mengunci pahat untuk ulir-V, terdapat dua metode hantaran pahat. Pahat dapat
dihantarkan lurus kedalam benda kerja, ulir terbentuk karena serangkaian
potongan ringan seperti pada gambar 7A. Metode pemotongan ini baik digunakan
untuk pemotongan besi cor atau kuningan. Metode kedua adalah dengan menghantar
pahat pada suatu sudut seperti gambar 7B dan 7D. Metode ini digunakan untuk
membuat ulir pada bahan baja. Pahat diputar sebesar 29o dan
pahat dihantar ke benda kerja sehingga seluruh pemotongan dilakukan pada sisi
kiri dari pahat.
Mesin Bubut Turet
Mesin
bubut turet memiliki ciri khusus yang terutama disesuaikan untuk kebutuhan
mesin produksi.
Keahlian
pekerja disesuaikan pada mesin ini sehingga operator yang kurang pengalaman
bisa menghasilkan komponen yang sejenis. Karakteristik utama kelompok mesin ini
adalah bahwa pahat/perkakas bisa distel untuk operasi berurutan. Walaupun
tenaga skill/terlatih diperlukan untuk menyetel perkakas dengan benar, namun
setelah itu untuk mengoperasikannya bisa dilakukan oleh tenaga tidak terlatih.
Mesin Bubut Turet Horisontal
Mesin
ini dibuat dalam dua desain umum yaitu ram dan sadel. Mesin bubut
jenis ram (gambar 19.8) disebut demikian sesuai dengan cara turet dipasang.
Turet ditempatkan pada peluncur atau ram yang bergerak kebelakang dan kemuka
pada sebuah sadel yang diapitkan kepada bangku mesin bubut. Pengaturan ini
menghasilkan gerakan cepat dari turet dan dianjurkan untuk untuk kerja batang
atau pencekaman tugas ringan. Sadelnya tidak bergerak selama operasi.
Pada
jenis sadel (gambar 9.), yang digunakan untuk pekerjaan pencekaman, mempunyai
turet yang dipasang langsung pada sadel. Sadelnya bergerak bolak balik bersama
turet.

Gambar 8. Mesin bubut turet jenis ram
nomor 3 dengan kendali daur listrik.

Gambar 9. Mesin bubut turet pencekaman
jenis sadel.
Karena
perkakas pencekaman menggantung (overhang) dan tidak mendukung benda kerja,
maka perkakas pencekam harus sekaku mungkin.
Mesin
bubut turet dikonstruksi dengan cara yang sama dengan mesin bubut biasa.
Perbedaan Antara Mesin Bubut Turet
Dengan Mesin Bubut Biasa
Perbedaan
utamanya adalah bahwa mesin bubut turet disesuaikan untuk pekerjaan produksi
yang banyak sedangkan mesin bubut biasa terutama digunakan untuk berbagai
pekerjaan, untuk pembubut ruang perkakas atau kerja tunggal. Ciri ciri mesin
bubut turet yang membuatnya dipakai untuk produksi banyak adalah :
1.
Perkakas bisa distel pada turet untuk pekerjaan berurutan.
2. Setiap stasiun dilengkapi dengan
penghenti atau penggerak hantaran sehingga masing-masing pemotongan oleh pahat
adalah sama dengan pemotongan sebelumnya.
3. Pemotongan majemuk dapat diambil
dari stasiun yang sama pada saat yang sama, misalnya pembubutan atau pemboran
lubang sebanyak dua buah atau lebih.
4. Pemotongan kombinasi dapat dibuat
yaitu pahat pada peluncur menyilang (cross slide) dapat digunakan
bersamaan dengan pahat pada turet yang lagi memotong.
5. Kekakuan pada pemegang benda kerja
atau pahat harus dibuat pada mesin untuk pekerjaan majemuk atau pemotongan
kombinasi.
6. Mesin bubut turet mungkin
dilengkapi dengan berbagai perlengkapan seperti pembuatan tirus, pembuatan ulir
dan pekerjaan duplikasi dan bisa dikontrol dengan pita/kaset.
Prinsip Pahat Dan Perpahatan
Dalam
produksi adalah penting bahwa pekerjaan dilakukan sesingkat mungkin. Waktu yang
dihabiskan dalam produksi adalah : waktu penyetelan, penanganan benda kerja,
penanganan mesin, dan waktu pemotongan.
Waktu
penyetelan dapat dikurangi
dengan menyiapkan semua pahat yang diperlukan dalam kondisinya dan siap
dipakai.
Waktu
penanganan benda kerja yaitu waktu
yang dipakai dalam memasang atau melepaskan benda kerja. Hal ini sangat
tergantung kepada piranti pemegang benda kerja. Untuk pekerjaan batang maka
waktu ini dikurangi dengan menggunakan leher stok batang.
Waktu
penanganan mesin adalah waktu yang
diperlukan dalam memasang masing-masing perkakas pada tempatnya. Bisa dikurangi
dengan menempatkan perkakas pada posisi dan urutan yang benar sehingga
memudahkan penggunaannya atau dengan melakukan pemotongan kombinasi atau jamak,
jika memungkinkan.
Waktu
potong untuk suatu operasi dikendalikan oleh
penggunaan yang benar atas perkakas potong, kecepatan dan hantaran. Pemotongan
kombinasi bisa menghemat waktu potong (gambar 10A.).

Gambar 10. A. Mengkombinasikan
pemotongan pada pekerjaan batang. B. Pemotongan banyak dari turet segi enam.
Pemotongan
kombinasi menunjukkan penggunaan serentak dari pahat peluncur dan turet.
Gambar 11. menunjukkan penyetelan
turet segienam untuk membuat pemotongan dalam pada adaptor ulir.
Gambar 11. Penyetel turet segi enam
menggambarkan urutan operasi untuk menangani pemotongan dalam yang diperlukan
pada adaptor yang ditunjukkan dalam gambar desain.
Gambar 12. menunjukakan detail
pemotongan dalam yang diperlukan untuk memesin adaptor. Jenis-jenis operasinya
adalah :

Gambar 12. Penyetelan untuk memesin
operasi dalam pada adaptor berulir.
1. Stok batang dimajukan terhadap
penghenti stok kombinasi dan gurdi awal.dan diapitkan ke leher. Gurdi awal
dimajukan dan ujung benda kerja di gurdi/senter.
2. Dibuat lobang pada
stok dengan menggurdi
sesuai dengan panjang
yang diperlukan.
3.
Lubang dibor sesuai dengan diameter ulir.
4.
Lubang yang digurdi diperbesar dengan peluas lubang (reamer)
5. Alur untuk celah ulir dibuat. Untuk
operasi ini digunakan perkakas luncur gerak cepat.
6. Ulirnya dibuat dengan
sebuah tap yang dipegang
oleh kopling tap dan pemegang die.
Mesin Bubut Turet Horisontal Otomatis
Gambar
13. adalah mesin bubut turet otomatis yang penampilannya mirip dengan jenis
sadel standar namun operasinya otomatis. Turet segienam dioperasikan dengan
tenaga hidrolik dan dilengkapi dengan penggeseran melintang cepat dan penukaran
otomatis kepala
hantaran
yang sesuai pada setiap titik. Gerakan dari peluncur menyilang dikendalikan
oleh nok yang digerakkan oleh gerakan ke depan dari turet.

Gambar 13. Mesin bubut turet
horisontal otomatis.
Mesin Bubut Turet Vertikal
Mesin
bubut turet vertikal mirip dengan fris pengebor vertikal, tetapi memiliki
karakteristik pengaturan turet untuk memasang pahat. Mesin ini terdiri dari
pencekam atau meja berputar dalam kedudukan horisontal, dengan turet
dipasangkan diatas rel menyilang. Mesin ini dikembangkan untuk memudahkan
pemuatan, pemegangan dan pemesinan dari suku cadang berat dan diameter besar.
Pada
gambar 15. memperlihatkan sebuah mesin bubut turet vertikal yang dilengkapi
dengan tiga kepala pemotong: kepala turet utama yang berputar, kepala ram yang
ditunjukkan di sebelah kiri dan kepala samping.
Untuk
mengadakan pemotongan bersudut, baik ram maupun turet dapat diputar 30 derjat
kekiri atau kanan dari pusat. Ram menyediakan stasiun perkakas lain pada mesin
yang bisa dioperasikan terpisah atau bersama-sama dengan yang lainnya.
Mesin
bisa dilengkapi dengan pengendali yang akan menghasilkan operasi otomatik pada
setiap kepala, laju dan arah hantaran dan perubahan kecepatan spindel.
Gambar 15. Mesin bubut turet vertikal.
Mesin Bubut Stasiun Jamak Vertikal
Otomatis
Mesin
ini didesain untuk produksi tinggi dan biasanya dilengkapi dengan lima atau
sembilan stasiun kerja dan posisi/dudukan pemuatan. Dalam beberapa mesin
disediakan dua spindel untuk setiap stasiun.
Biasanya
semua jenis operasi bisa dilakukan seperti menfris, menggurdi, mengulir,
mengetap, meluaskan lobang dan mengebor. Keuntungan mesin ini adalah bahwa
operasi bisa dilakukan secara serentak dan dengan urutan yang sesuai.
Mesin Bubut Otomatis
Mesin
bubut yang perkakasnya secara otomatis dihantarkan kepada benda kerja dan
mundur setelah daurnya diselesaikan, dikenal sebagai mesin bubut otomatis.
Mesin bubut yang otomatis sepenuhnya dilengkapi dengan magasin hantaran
sehingga sejumlah suku cadang dapat dimesin secara berurutan dengan hanya sedikit
pengawasan dari operator.
Gambar 17. memperlihatkan mesin bubut
otomatis jenis vertikal.

Gambar 16. Mesin bubut pencekam
vertikal stasiun jamak.

Gambar 17. Mesin bubut otomatis
vertikal.
Mesin Bubut Duplikat
Mesin
bubut duplikat memproduksi kembali sejumlah suku cadang dari bentuk induk
ataupun contoh dari benda kerja. Hampir setiap mesin bubut standar dapat
dimodifikasi untuk pekerjaan penduplikasian. Reproduksinya dari sebuah pola,
baik bulat atau datar yang biasanya dipasangkan dibelakang mesin bubut. Pola
dihubungkan dengan sebuah jarum yang digerakkan oleh udara, hidrolik atau
listrik.

Gambar 19. Mesin bubut duplikat
otomatis.
Mesin Ulir Otomatis
Ditemukan
oleh Christopher N. Spencer. Ciri utama dari mesin tersebut adalah adanya
pengontrolan gerakan turet sehingga perkakas bisa diumpan ke benda kerja pada
kecepatan yang diinginkan, ditarik dan diarahkan ke kedudukan berikutnya. Ini
semuanya dilakukan dengan mekanisme nok berbentuk silinder atau drum yang
terletak dibawah turet. Ciri khas lainnya yang dikendalikan oleh nok adalah
mekanisme pemegangan benda kerja pada leher, dan melepaskannya pada akhir
siklus.
Mesin
pertama jenis ini hanya beroperasi untuk membuat sekrup dan baut. Karena mesin
ini hanya memproduksi komponen satu persatu dengan sedikit perhatian dari
operator maka sebab itu disebut otomatik.
Mesin
ulir otomatis bisa diklasifikasikan berdasarkan turet atau jumlah spindel, tapi
mesin multi spindel tidak diklasifikasikan sebagai mesin ulir tetapi sebagai
mesin spindel-banyak otomatis. Pada gambar 20 memperlihatkan mesin ulir yang
didesain untuk benda kerja batang diameter kecil. Mesin ini mempunyai peluncur
melintang yang bisa membawa perkakas didepan dan dibelakang, dan turet yang
terpasang pada posisi vertikal pada peluncur gerakan longitudinal. Perkakas
dipasang disekeliling turet pada bidang vertikal segaris dengan spindel.

Gambar 20. Mesin ulir otomatis nomor
2.
Mesin Ulir Jenis Swis
Pada
gambar 21 adalah tampak ujung mesin ulir jenis swiss yang dikembangkan untuk
pembubutan teliti dari komponen kecil. Pahat mata tunggal digunakan pada mesin
ini dan ditempatkan secara radial disekeliling bushing karbida dimana stok
dimajukan selama proses pemesinan. Pembubutan dilakukan oleh dua mata perkakas
horisontal sedangkan tiga lainnya digunakan untuk membuat alur, memotong putus
dan membuat alur.

Gambar 21. Tampak ujung dari mesin
ulir jenis Swis yang menunjukkan nok ayun dan mekanisme kendali pahat.
Spindel Banyak Otomatis
Mesin
spindel banyak otomatis adalah jenis yang paling cepat dari mesin produksi
untuk pekerjaan batang. Mesin ini otomatis sepenuhnya dan dibuat dalam berbagai
model dengan dua, empat, lima, enam atau delapan spindel. Dalam mesin ini
langkah operasi dibagi menjadi beberapa bagian sehingga satu stasiun
mengerjakan satu bagian operasi dan semua stasiun beroperasi secara serentak
sehingga memperpendek waktu pengerjaan.
Konstruksi
umum dari mesin ini bisa dilihat pada gambar 22. Spindel yang membawa stok batang
seluruhnya dipegang dan diputar dalam rel stok. Didepan spindel terdapat sebuah
peluncur pahat ujung untuk tempat meletakkan pahat segaris dengan dengan
masing-masing spindel mesin. Peluncur pahat tidak mengarah atau berputar
bersama pembawa spindel melainkan bergerak maju-mundur untuk membawa ujung
pahat ke dan dari persinggungan dengan batang atau stok yang berputar.

Gambar 22. Mesin btang spindel banyak
otomatis.
Fris Pengebor Vertikal
Pada
mesin ini benda kerja berputar pada meja horisontal. Pahat pemotong stasioner,
kecuali untuk gerakan hantaran dan terpasang pada rel menyilang yang tingginya
dapat distel. Pekerjaan yang bisa dilakukan adalah pekerjaan tepi horisontal,
pembubutan vertikal dan pengeboran. Mesin ini diberi tingkatan berdasarkan
diameter mejanya yang ukurannya bervariasi dari 1 sampai 12 m.

Gambar 24. Fris pengebor dan pembubut
vertikal.
Gambar
24 adalah contoh mesin fris pengebor vertikal. Kelebihan dari mesin ini adalah
bisa memegang suku cadang yang besar dan berat, karena benda kerja dapat
diletakkan di meja dengan crane. --



0 komentar:
Posting Komentar